Rest, Let Go, and Let GOD

Adyaning Raras Anggita Kumara
4 min readMar 3, 2022

Sermon by Ivan Tanudjaja on Revivo (Listened on 2019/05/18)

Photo by Thomas Vitali on Unsplash

“Manusia pasti gak pernah lepas dari pergumulan hidup. Entah itu mau berapa lama, seberapa berat, seberapa besar usaha kita manusia untuk melalui hal tersebut. Maka belajarlah tenang, jangan kuatir, dan biarkan Tuhan ambil alih atas semua masalahmu!” ujar Pastor Ivan Tanudjaja dalam audio khotbah yang kudengarkan via Revivo.

Tahukah kamu tentang Revivo? There’s an app called Revivo. It looks like Spotify in spiritual version, if I’m not mistaken. There are lots of praise and worship songs, sermons, audio bible, etc. You should download it, good people!

Oya, by the way.. rangkuman khotbah ini sudah ‘mangkrak’ selama hampir 3 tahun lamanya. Pernah ku publish di instagram tapi kuputuskan untuk mengarsipkan kembali. Lalu aku berpikir, why not aku publish di sini saja? Here it is.

Bangsa Israel berperang dengan bangsa lain bukan karena bangsa Israel ingin perang. Selama ini mereka hidup sebagai budak di Mesir, lalu bagaimana mereka tahu cara berperang?

Peperangan terjadi di Rafidim. Rafidim (dalam bahasa Ibrani adalah resting place). Ketika bangsa Israel sedang rest, Tuhan beri kemenangan. Ketika kita tidak kuatir, iblis itu pasti datang tapi Tuhan akan beri kemenangan untukmu. Tuhan ada dipihak kita.

Aku baru saja baca kisah Musa di Keluaran pasal 3 kalau tidak salah. Musa adalah orang yang Tuhan utus untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir. Tapi Musa merasa insecure dan gak layak, tapi Tuhan berkata lain. Tuhan sendiri yang bilang Dia akan menyertai Musa. Tuhan yang akan memperlengkapi Musa, Ia turut berperang bersama Musa.

First thing first, segala sesuatu yang kita kerjakan dan apa yang kita kerjakan itu untuk Tuhan, maka Ia akan berikan yang terbaik.

Kalau Allah yang bekerja atas kita, hasilnya akan jauh lebih luar biasa. Kenapa? Kalau kita kerja pakai kekuatan sendiri, udah pasti kita akan down dan gak sanggup lagi menjalani hari demi hari. Sama seperti Musa, mungkin dia akan mati tanpa adanya pertolongan dari Tuhan. Kalau saja Tuhan tidak memperlengkapi dia dengan kuasaNya, bagaimana bisa Musa menghadapi bangsa Mesir sendirian? Kalau kita kerja keras tapi dipenuhi oleh rasa takut, maka apa yang kita hasilkan akan terbatas. Di posisi itulah Iblis datang, we’re done.

Terkadang manusia itu pengennya semua masalah selesai baru rest. But God says, “rest dulu baru masalahmu selesai”.

How come?

Pastor Ivan mendefinisikan Rest sebagai jaga hati, jangan gelisah hati, dan jangan kuatir.

Kadang kita manusia bilang,

“siapa yang mau nolong?”

“siapa yang mau bantu aku nyelesaiin masalah”

“siapa yang nyembuhin aku?”

“bisa selesai kah semua masalah ini?”

“gimana caranya aku bisa menyelesaikan semua ini?”

Dibalik itu ada satu hal yang kita lupa, yakni lupa untuk berserah dan lupa kalau kita punya Tuhan.

Hey, one thing you should know is He‟ll not leave you. So, just let go.

Oh jadi yaudah bener bener dilepas aja ya? BIG NO! Bukan berarti kita bisa melepas semua. Kita tetap bekerja dan tetap melakukan bagian kita. Tapi dalam hatimu udah gak ada beban lagi. Biar Tuhan yang ambil alih, God knows kok kita manusia sudah berusaha.

Tuhan bilang “jaga aja apa yang ada didalamMu”. Sesungguhnya manusia tidak bisa mengontrol segala hal yang terjadi di luar, isn’t it right? Cuma Tuhan yang bisa. So, sudah jadi tanggung jawab kita untuk menjaga yang ada di dalam.

Maksudnya apa? Jangan takut. Kalau kamu cemas, will it help? Kalau kita bisa mengontrol diri untuk gak kuatir dan gak takut, kita akan punya kekuatan untuk meng-handle segala sesuatu. That’s how you called rest.

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian…” — Matius 6:25–34

Seberat apapun masalah yang kita hadapi. Ingat, masalah itu tergantung dari respon kita. But the problem comes out.. as a human, do you still come to Him? Mostly, kita lebih perhatian sama “masalah”. Gak ada tuh yang namanya mendekat sama Tuhan. Itulah sebabnya manusia merasa khawatir. Padahal Tuhan bilang, “Jangan takut, tinggal tetap, lihat Yesus, lihatlah keselamatan daripadaKu”.

It’s not too late, kalau sekarang kita sedang dalam pergumulan apapun itu. Lihat Yesus! Kalau kita mau kembali memandang Yesus, maka Tuhan akan menyelamatkan kita dengan sempurna. Apapun yang terjadi, tetap belajar let go and let God.

Photo by Miriam G on Unsplash

--

--