(Unexpected) Friendly Reminder

Adyaning Raras Anggita Kumara
4 min readMar 24, 2022

.. from my Father

Photo by Matt Botsford on Unsplash

Let me tell you a story..

Way Maker by Yeram Worship (youtube.com/
NAM D [예람워십 편곡자
)

Aku punya kebiasaan yang mungkin umum dilakukan sebagian besar orang, yaitu menyalakan musik ketika melakukan suatu hal. Selain spotify, youtube adalah platform paling oke untuk mencari instrumental music atau lagu-lagu rohani. Oleh karena itu, algoritma youtube berhasil membaca dan memanjakanku dengan beragam instrumental atau lagu di beranda.

Suatu malam, aku menemukan video di atas. Lagu Way Maker yang di-cover oleh tim worship asal Korea Selatan. Lagu Way Maker merupakan lagu lawas sebenarnya. Ditulis oleh Sinach, Award Winning Song Writer, pada tahun 2015. Namun, lagu ini kembali booming di tahun 2019–2020 ketika pandemik pertama kali datang dan memporakporandakan seluruh dunia.

“Way maker miracle worker

Promise keeper

Light in the darkness

My God, that is who You are”

Intinya, lagu ini kembali booming di saat yang tepat. Ketika semua orang sedang tertekan, Way Maker ada untuk memulihkan hati yang terluka dan mengajak kita untuk berharap dan mengandalkan Tuhan saja.

“Even when i don’t see it You’re working

Even when i don’t feel it You’re working

You never stop, You never stop working”

Bahkan ketika jalan di depan teramat sempit dan gelap, we see nothing. Namun, ada Tuhan yang gak pernah berhenti bekerja. Meski dunia masih struggle dengan pandemik, Tuhan tetap bekerja. Buktinya, aku masih bisa menulis cerita ini dalam keadaan sehat. Kalau bukan karena Tuhan, siapa lagi?

Nah, ada hal lain yang mau aku ceritakan. Video di atas membawaku membuka video-video lain. Akhirnya aku menemukan video berupa kesaksian seorang pendeta. Sepertinya dia yang membentuk Yeram Worship. Jadi Yeram Worship ini mengeluarkan beberapa lagu rohani, salah satunya berjudul You’ll Never Walk Alone.

You’ll Never Walk Alone Behind The Song Story (youtube.com/
NAM D [예람워십 편곡자
)

Akan kuceritakan sedikit..

Mereka merilis beberapa lagu. Dengan polosnya, si pendeta ini berpikir bahwa Tuhan pasti akan mempermudah perilisan lagu-lagu ini. Semakin lama, ia merasa semakin arogan karena punya banyak keinginan. Ia ingin lagu ini sukses, youtube channel sukses, dan segala macam. Sayangnya, mereka mengalami kesulitan karena keterampilan yang terbatas. Belum ada satu lagu pun yang selesai padahal tanggal release lagu sudah ditentukan. Sungguh mustahil sekali menyelesaikan 6 lagu dalam waktu 33 hari saja. Yang ada di hati dan pikiran pendeta itu hanya hasrat yang besar untuk bisa sukses.

Lalu, ada seseorang yang berkata kepadanya, “Pastor.. kamu adalah pastor. Sekalipun di dunia ini gak ada yang berbicara tentang Tuhan, bukankah kamu tetap harus hidup dan menyampaikan kebenaran firman-Nya?”

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa dia sebegitu inginnya untuk sukses?

Saat pendeta ini wamil, ia tergabung dalam suatu band yang berhasil merilis karyanya. Singkat cerita, ada dua label rekaman ternama yang datang. Namun, ia tidak menerima tawaran mereka karena takut Tuhan akan marah bila tidak memenuhi panggilan sebagai pendeta.

Si pendeta ini juga berkeinginan untuk sekolah di luar negeri. Sayang seribu sayang, keluarganya ada yang sakit. Alhasil, ia harus membayar seluruh pengobatan dan terpaksa melepaskan rencana untuk melanjutkan sekolah.

Keinginannya selalu tidak terpenuhi. Bila kamu ada di posisinya, apa yang kamu pikirkan? Saat itu, pendeta ini berkata demikian,

“Tuhan, kenapa Kau selalu membuatku melepaskan semuanya? Aku bisa dapat banyak uang dan sukses. Dengan begitu, namaMu akan semakin dipermuliakan. Jadi, mengapa Tuhan menjauhkanku dari segala hal yang ku inginkan?”

Hal ini selalu terngiang-ngiang sampai ada beberapa orang yang mengingatkannya pada hal yang sama, yaitu kamu harus hidup untuk kebenaran firman Tuhan. Bahkan, ada seseorang yang tiba-tiba berkata padanya, “Biarkan Yeram Worship menjadi jalan untuk menyampaikan kebenaran firman-Nya”

Ia merasa sangat bersalah. Pendeta ini akhirnya menyadari bahwa selama ini hidupnya fokus sama diri sendiri dan keinginan untuk sukses. Ia melupakan kehadiran Tuhan.

“Saya seorang pendeta.. tapi apa yang saya lakukan dan pikirkan gak sejalan dengan apa yang Tuhan mau,” sesalnya.

Well, it’s not too late to confess your sins. Ketika dia fokus pada Tuhan dan bukan pada masalah, miracle happens. Ia mendapatkan banyak bantuan hingga akhirnya lagu You’ll Never Walk Alone ini masuk dalam Melon Chart (Korean Billboard) dalam waktu 6 bulan.

Pendeta ini kaget, how come? Sejak dia wamil, harapan terbesarnya adalah melihat namanya masuk dalam Melon Chart. Namun, harapannya tergerus kenyataan bahwa nyatanya Tuhan menutup semua pintu pada saat itu.

Siapa sangka, Tuhan membukakan pintu lain dan menjawab keinginannya? Bahkan bukan hanya namanya saja, ia membawa nama Yeram Worship. He knows.. ini jalan Tuhan. Mungkin saja kalau ia masuk dalam dua label ternama itu, karyanya gak akan pernah ada di Melon Chart saat ini.

Aku tertegun.. waw Tuhan mengingatkanku lewat berbagai macam cara.

Ia adalah Tuhan yang selalu hadir dan bekerja. Ia adalah Tuhan yang tidak pernah melupakan janji-Nya. Ia adalah Tuhan yang setia. Ia adalah Tuhan yang baik.

Aku selalu berpegang pada satu prinsip bahwa Tuhan bisa menutup pintu. Namun, Dia pasti akan membuka pintu yang lain dalam waktu, tempat, momen yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Satu hal yang ku imani adalah apa pun yang Dia lakukan pasti baik. Sampai kapan pun, kita gak akan pernah bisa memahami apa rencana dan jalan Tuhan buat kita. So, what we need to do hanyalah menjalankan bagian kita — apa yang sudah Tuhan kasih — sebaik mungkin.

--

--